part3 

tarik nafas dalam dalam, mencoba membuka mata ketika semangatku telah jatuh untuk kesekian kali. hati ini hancur, awan yang sudah lama mendung akhirnya turun hujan, hujan yang lebat dan hampir mengahapus semua sinar yang menyinari bumi ini. jejak itu mulai pudar, angin itu mulai berdatangan. aku berusaha tenang diantara badai yang menghalang. aku mencoba bangkit diantara hujan angin yang terus memaksaku untuk berhenti berjalan. aku mencoba menarik semua kemungkinan untuk berani bertaruh demi diriku. apakah ini hanya sia sia? berjalan tapi menggalkan jejak yang telah dihapus perlahan oleh hujan. aku mencintaimu seperti aku mencintai diriku. kau seperti jejak yang mulai memudar diantara jalanan yang sangat luas. dimana aku harus mencari jejak itu. kemana aku pergi? aku menyayangimu lebih dari yang kau tau. aku mencoba untuk mencari apa yang salah dari hubungan kita. aku terus memperbaiki kau terus memperbaiki, tapi kita manusia terus mengulang apa yang seharusnya kita perbaiki. aku cemburu aku marah melihat semua itu. tapi itu tak sebanding dengan apa yang aku rasakan terhadapmu. rasa ini dalam sedalam apa yang kau rasakan pertama kali. rasa ini masih sama, bagiku. i can make you love me if you want. aku sudah banyak belajar dari hubungan ini. aku ingin terus menjalani ini. aku mencintaimu, lelakiku

part 2

aku berjalan diatas lingkaran yang tak berujung, aku mencari matahari yang biasanya menyinari hati ini. aku hanya melihat hujan yang terus mengejarku,aku tak menyalahkan mereka, aku hanya lelah dikejar hujan yang tak berkunjung pelangi. aku kedinginan di tengah hamparan gurun pasir.no one could save me. i need you. aku takut kaki ku tak kuat berlari, aku takut mataku tak kuat menahan air yang berkeluaran. aku menyayangimu .

part1

aku bingung, disaat hidup ini penuh dengan liku yang tajam, aku hanya diam meratapi dedaunan. disaat orang sibuk dengan urusannya, aku bingung dengan egoku. harus apa aku harus bagaimana aku. aku hampir tersesat di hutan yang gundul. aku hampir tidak bisa melihat dimana sisi terang jiwaku yang dulu menerangi jalan ini. saat orang memaksaku harus enyah dari keadaan ini, aku berusaha lari mengejar apa yang aku kejar. aku lelah mencari, aku istirahat dan berhenti. aku melihat saat kekacauan ini sudah berada di pundak ku, aku tersadar aku harus kembali berlari. aku datang tidak untuk berada di seberang. aku berlari untuk menyelesaikan apa yang aku mulai. bukan siapa yang lebih kuat menghalang yang bisa menang, tapi siapa yang kuat bertahan saat dihalang. jatuh, tertimpa, terjerumus, terhanyut dalam cobaan. aku sendirian. aku tidak bersama siapapun. aku hanya punya allah. 

theme by modernise